Aktivitas antioksidan Karotenoid ditentukan dengan penetralan radikal bebas DPPH atau 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (Wikanta, 2006). PRinsip yang digunakan dalam uji ini adalah absorbansi dari radikal yang dinetralkan oleh karotenoid sebanding dengan aktivitas karotenoid sebagai antioksidan. Uji ini merupakan uji positif-negatif yang dipilih karena cepat dalam menentukan aktivitas antioksidan dalam sampel. Radikal DPPH yang telah diberi ekstrak akan mengalami perubahan warna dari ungu menjadi kuning, perubahan warna tersebut diukur absorbansinya pada panjang gelombang 510 nm karena absorbansi DPPH maksimum pada panjang gelombang 510-520 nm (Miliauskas dkkk., 2003). Perubahan warna terjadi karena ada reaksi antara molekul 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan atom H yang dilepaskan oleh molekul komponen bahan uji (senyawa antioksidan) sehingga terbentuk senyawa 1,1-difenil-2-pikrilhidrazin (DPPH) yang berwarna kuning.
Nilai absorbansi dikonversi menjadi nilai inhibisi (hambatan). Besarnya nilai persen inhibisi digunakan sebagai data untuk menghitung nilai IC50, yang ditentukan dengan menggunakan analisis probit. Probit merupakan metode statistik yang digunakan untuk menentukan hubungan antara dosis (stimultan) dan respon yang dihasilkan. Hasilnya kemudian diplotkan ke dalam grafik kurva linier log konsentrasi versus probit.

Komentar
Posting Komentar