Puree Wortel

Puree adalah hancuran dari buah/sayur dengan konsistensi seperti bubur. Puree dapat ditemukan dalam bentuk beku maupun puree steril. Puree beku memerlukan penanganan khusus pada transportasinya, karena suhu puree harus tetap dingin sedangkan puree yang diolah dengan sterilisasi akan mengurangi aroma buah (Luh, 1980). Proses pembuatan puree buah-buahan bervariasi bergantung jenis buah/sayur yang digunakan. Tahp awal adalah sortasi bahan baku yang dimulai dengan pemilihan buah yang akan digunakan. Buah/sayur yang digunakan harus dipilih yang segar, tidak cacat maupun rusak. Setelah itu buah/sayur dibersihkan dan dibuang bagian biji, kulit dan bagian-bagian lain yang tidak bisa dimakan (Tresslen dan Woodroof, 1976). Blansir sering pada pembuatan puree. Blansir adalah perlakuan pemberian panas pada bahan dengan dimasukkan dalam air mendidih/uap panas, biasanya dilakukan pada suhu tinggi dan dalam waktu singkat. Blansir mempunyai beberapa tujuan, antara lain untuk mengurangi kontaminasi bakteri, mengurangi gas dari jaringan sel, menginaktifkan kerja enzim dan memperbaiki flavor serta warna beberapa produk (Muchtadi, 1997).

Komentar