Kelompok Oksigen Reaktif

O2• Radikal Superoksida •OH Radikal hidroksil ROO• Radikal Peroksil H2O2 Hidrogen Peroksida O2 Oksigen Tunggal NO• Nitrit Oksida ONOO• Nitrit Peroksida HOCl Asam hipoklor Suatu bahan yang elektron lapisan luarnya penuh tidak akan terjadi reaksi kimia (Proctor dan Reynolds, 1984). Karena atom-atom berusaha untuk mencapai keadaan stabilitas maksimum, sebuah atom akan selalu mencoba unuk melengkapi lapisan luarnya dengan: a. Menambah atau mrngurangi elektron untuk mengisi maupun mengosongkan lapisan luarnya b. Membagi elektron-elektronnya dengan cara bergabung bersama atom yang lain dalam rangka melengkapi lapisan luarnya (Droge, 2002). Atom seringkali melengkapi lapisan luarnya dengan cara membagi elektrok-elektron bersama atom yang lain. Dengan membagi elektron atom-atom tersebut bergabung bersama dan mencapai kondisi stabilitas maksimum untuk membentuk molekul. Oleh karena radikal bebas sangat reaktif, maka mempunyai spesifitas kimia yang rendah sehingga dapat bereaksi dengan berbagai molekul lain, seperti protein, lemak, karbohidrat dan DNA. Dalam rangka mendapatkan stabilitas kimia, radikal bebas tidak dapat mempertahankan bentuk asli dalam waktu lama dan segera berikatan dengan bahan sekitarnya. Radikal bebas akan menyerang molekul stabil yang terdekat dan mengambil elektron, zat yang terambil elektronnya akan menjadi radikal bebas juga sehingga akan memulai suatu reaksi berantai, yang akhirnya terjadi kerusakan sel tersebut (Proctor dan Reynolds, 1984). Radikal bebas dapat terbentuk in vivo dan in vitro secara: 1. Pemecahan satu molekul normal secara homolitik menjadi 2, proses ini jarang terjadi pada sistem biologi karena memerlukan tenaga yang tinggi dari sinar ultraviolet, panas dan radiasi ion. 2. kehilangan 1 elektron dari molekul normal 3. penambahan elektron pada molekul normal Pada radikal bebas, elektron yang tidak berpasangan tidak mempengaruhi muatan elektrik dari molekulnya, dapat bermuatan positif, negatif ataunetral. 1. Pembentukan radikal bebas yang terimbas cahaya (fotolisis=hv). Beberapa jenis senyawa yang menghasilkan radikal bebas terimbas cahaya (hv) adalah sebagai berikut a. keton b. hipoklorit c. nitrit d azoalkana 2. Pembentukan radikal bebas yang terimbas panas ( termolisis/pirolisis). Beberapa jenis senyawa yang menghasilkan radikal bebas terimbas panas adalah sebagai berikut: a. Tetra alkil lead b. Senyawa-senyawa azo c. Senyawa halogen (dapat juga terimbas cahaya). 3. Pembentukan radikal bebas dengan dekomposisi senyawa golongan peroksida. Senyawa peroksida yaitu senyawa yang mengandung ikatan (-O-O-) pada suhu kamar (25oC) akan membentuk radikal bebas secara spontan yang dapat digunakan sebagai pemacu reaksi dengan mekanisme radikal bebas. a. Hidrogen Peroksida H-O-O-H-> 2HO b. Per-anhidrida asam R-C-O-O-C-R -> 2R-C-O•-2R -> +CO2 ll ll ll O O O c. Per alkoksi R-O-O-R -> 2RO• d. Per- asam karboksilat R-C-O-O-H -> R-C-O• + HO ll ll O O

Komentar